Showing posts with label INSTRUMEN. Show all posts
Showing posts with label INSTRUMEN. Show all posts

Monday, 11 November 2019

Format Uraian Tugas Pranata Laboratorium

KOP INSTANSI



URAIAN TUGAS

NAMA                                 : 
NIP                                     : 
PANGKAT/GOL RUANG    :  / 
JABATAN                           : PRANATA LABKES PELAKSANA

1.    Mempersiapkan pasien secara sederhana
2.    Menerima spesimen/sampel
3.    Mengambil spesimen/sampel dengan tindakan sederhana
4.    Mengambil spesimen/sampel dilapangan secara sederhana
5.    Mempersiapkan peralatan untuk pemeriksaan spesimen/sampel secara sederhana
6.    Mempersiapkan spesimen/sampel secara sederhana
7.    Melakukan pemeriksaan dengan metode cepat
8.    Melakukan pemeriksaan dengan fotometri/setara secara manual
9.    Melakukan pencatatan hasil pemeriksaan umum
10.  Memusnahkan sisa spesimen/sampel dan bahan penunjang



KASI




-
NIP.


KEPALA





-
NIP. -

Kumpulan Loker CPNS Pranata Laboratorium 2019

1. Dari Kementerian Kesehatan sebanyak 56 Formasi klik disini
2. Pemprov Jateng 11 formasi klik disini
3. Kabupaten Blora 5 formasi klik disini
4. Kabupaten Semarang 13 Formasi Klik disini
5. Kota Magelang 2 formasi Klik disini
6. Kabupaten Rembang 7 Formasi Klik disini
7. Kabupaten Wonosobo 14 Formasi Klik disini
8. Kabupaten Tegal 2 formasi Klik disini
9. Kabupaten Pati 10 Formasi Klik disini
10. Kabupaten Grobogan 2 Formasi Klik disini
11. Kabupaten Pati 10 Formasi Klik disini
12. Kabupaten Kendal 1 Formasi Klik  Disini

INFORMASI AKAN DIUPDATE SECARA BERKALA

Friday, 8 November 2019

Persiapan Instalasi Laboratorium dalam Rangka Akeditasi Rumah Sakit

Semangat pagi kawan, disini saya akan membagikan pengalaman saya dalam memeprsiapkan laboratorium menghadapi akreditasi KARS.

KARS, organisasi non profit yang mengusung visi untuk menjadi badan akreditasi tingkat nasional dan internasional. Juga, punya misi untuk membimbing dan membantu rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien melalui akreditasi, telah mendapatkan pengakuan internasional dari The International Society for Quality in Health Care (ISQua).

Dalam akreditasi Rumah Sakit salah Satu penilaianya adalah di laboratorium, dimana masuk dalam Asesmen pasien poin 5. Apa sih yang harus di persiapkan sebelum kreditasi? sebenarnya ada banyak, tapi akan untuk lebih mudah akan di bedakan menjadi 2 yaitu dokumen dan non dokumen.

untuk dokumen bisa berupa pedoman-pedoman, SPO (Standar Prosedur Operasional), Dokumen kalibrasi,MSDS,monitoring suhu,monitoring maintenance, PMI,PME, laporan2, dll

Non dokumen meliputi sarana prasarana, petunjuk, Kelengkapan alat, dan yang paling penting fisik dan mental karyawan.

mungkin dari sini ada masukan dari teman-teman, untuk elemen penilaian akan saya bahas tersendiri di postingan selanjutnya...silahkan share postingan saya apabila bermanfaat

Tuesday, 16 August 2016

Dirgahayu Indonesia Ke-71

Dirgahayu Indonesia Ke-71 Jaya terus, terus maju INDONESIA MERDEKA!!!

Friday, 30 October 2015

Mikroskop dan Penggunaanya



Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati obyek yang berukuran sangat kecil. Hal ini membantu memecahkan persoalan manusia tentang organisme yang berukuran kecil. Ada dua jenis mikroskop berdasarkan pada kenampakan obyek yang diamati, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo). Sedangkan berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.
A. Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Mikroskop mempunyai kaki yang berat dan kokoh dengan tujuan agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga sistem lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan kondensor. Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop. Lensa okuler pada mikroskop bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah mikroskop terdapat tempat dudukan lensa obyektif yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi obyek dan lensa-lensa mikroskop yang lain.
Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat dibawah kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor. Pada mikroskop modern sudah dilengkapi lampu sebagai pengganti sumber cahaya matahari.
Lensa obyektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir. Ciri penting lensa obyektif adalah memperbesar bayangan obyek dan mempunyai nilai apertura (NA). Nilai apertura adalah ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.
Lensa okuler, merupakan lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif. Perbesaran bayangan yang terbentuk berkisar antara 4 - 25 kali.
Lensa kondensor, berfungsi untuk mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan difokus, sehingga bila pengaturannya tepat akan diperoleh daya pisah maksimal. Jika daya pisah kurang maksimal, dua benda akan tampak menjadi satu. Perbesaran akan kurang bermanfaat jika daya pisah mikroskop kurang baik.
B. Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang berukuran relatif besar. Mikroskop stereo mempunyai perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat terlihat secara tiga dimensi. Komponen utama mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa obyektif. Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah: (1) ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya sehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati, (2) sumber cahaya berasal dari atas sehingga obyek yang tebal dapat diamati. Perbesaran lensa okuler biasanya 10 kali, sedangkan lensa obyektif menggunakan sistem zoom dengan perbesaran antara 0,7 hingga 3 kali, sehingga perbesaran total obyek maksimal 30 kali. Pada bagian bawah mikroskop terdapat meja preparat. Pada daerah dekat lensa obyektif terdapat lampu yang dihubungkan dengan transformator. Pengatur fokus obyek terletak disamping tangkai mikroskop, sedangkan pengatur perbesaran terletak diatas pengatur fokus.
C. Mikroskop Elektron
Sebagai gambaran mengenai mikroskop elektron kita uraikan sedikit dalam buku ini. Mikroskop elektron mempunyai perbesaran sampai 100 ribu kali, elektron digunakan sebagai pengganti cahaya. Mikroskop elektron mempunyai dua tipe, yaitu mikroskop elektron scanning (SEM) dan mikroskop elektron transmisi (TEM). SEM digunakan untuk studi detil arsitektur permukaan sel (atau struktur renik lainnya), dan obyek diamati secara tiga dimensi. Sedangkan TEM digunakan untuk mengamati struktur detil internal sel.
D. Mengatur Besarnya Obyek
Perbesaran bayangan dari suatu obyek dapat diketahui dari angka perbesaran lensa obyektif dan lensa okuler. Ukuran suatu benda dapat diketahui dengan membandingkan terhadap ukuran bidang pandang. Hal ini dapat dikerjakan dengan beberapa langkah berikut: letakkan penggaris plastik berskala mm diatas meja obyek dan perkirakan diameter bidang pandang tersebut, dan catat perbesaran lensa obyektifnya. Ubahlah lensa obyektif dengan lensa obyektif perbesaran kuat dan tentukan diameter bidang pandangnya dengan rumus berikut:
Ǿ ok = Ǿ ol x pl/pk dimana :
Ǿok = diameter bidang pandang dengan obyektif perbesaran kuat.
Ǿol = diameter bidangpandang dengan obyektif perbesaran lemah
pk = perbesaran lensa obyektif kuat, pl = perbesaran lensa obyektif lemah
D. Mempersiapkan Preparat
Untuk membuat preparat non-permanen dilakukan sebagai berikut. Letakkan medium (berupa setetes air) diatas gelas obyek, dan letakkan bahan yang akan diamati didalam medium. Selanjutnya tutuplah dengan kaca penutup. Usahakan agar tidak terdapat gelembung udara pada medium. Hal ini dapat diusahakan dengan beberapa langkah berikut: pegang kaca penutup dengan posisi 45o terhadap gelas obyek, sentuhkan tepi bawah kaca penutup pada permukaan medium dan perlahan-lahan rebahkan sehingga  kaca penutup terletak di atas kaca obyek. Jika masih ada gelembung udara ulangi pekerjaan tersebut sampai tidak ada gelembung udara. Amati preparat yang anda buat dibawah mikroskop dengan terlebih dahulu menggunakan perbesaran lemah (10x10), kalau sudah diketahui obyek yang akan diamati kemudian memakai perbesaran kuat (10x20 atau 10x40).
ALAT DAN BAHAN
Alat :
1. Mikroskop cahaya dan mikroskop stereo
2. Pipet dan silet*
3. Pinset
4. Gelas obyek dan kaca penutup*
5. Cawan petri
Bahan :
1. Potongan kertas berhuruf "A", "d",
2. Organisme berukuran kecil (semut, bunga rumput, dan lainnya)
3. Butir-butir pati kentang
4. Air dan larutan iodine
CARA KERJA
A Penggunaan Mikroskop Cahaya
1. Letakkan potongan kertas berhuruf "A" pada kaca obyek dan tutup dengan kaca penutup.
2. Amati dengan perbesaran lemah (10x10)
3. Amati apakah bayangan benda sama atau terbalik, dan gambarkan !
4. Sambil memandang ke dalam lensa okuler, geser preparat dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah. Amati kemana bayangan bergerak?
5. Ubahlah lensa obyektif ke perbesaran yang lebih besar. Amati apakah ada perubahan luas bidang pandang?
6. Berapa diameter bidang pandang mikroskop pada obyektif lemah (mm) dan berapa pada obyektif kuat?
7. Kerjakan seperti langkah nomor 1-3 namun menggunakan potongan kertas huruf "d"
B. Mengamati Butir Pati
1. Keriklah sekerat umbi kentang dengan jarum atau ujung silet sehingga cairannya keluar.
2. Teteskan cairan tersebut pada kaca obyek, dan tutup dengan kaca penutup.
3. Amati dibawah mikroskop struktur butir-butir pati tersebut.
4. Teteskan larutan Iodine pada tepi kanan kaca penutup dan pada tepi kiri kaca penutup tempelkan kertas hisap, dengan demikian larutan iodine tersebut akan masuk kedalam preparat dan menyebar ke seluruh bagian.
5. Amati dibawah mikroskop dan gambarkan butir-butir pati tersebut.
C. Penggunaan Mikroskop Stereo
1. Tempatkan mikroskop stereo beserta transformatornya, hubungkan dengan sumber listrik.
2. Tekan tombol "on" pada transformator, pergunakan voltase yang ada pada transformator sesuai keperluan. Ingat. lampu mempunyai umur tertentu, oleh karena itu nyalakan lampu sesuai keperluan saja.
3. Letakkan spesimen pada cawan petri.
4. Amati dengan mikroskop dengan perbesaran lemah kemudian perbesaran kuat.
5. Amati dan catat pada laporan anda (jika semut: hitung jumlah kaki atau antenanya, dan jika bunga: hitung jumlah stamen).
D. Untuk Diperhatikan !
1. Peganglah erat-erat lengan mikroskop dengan tangan kanan, sedang tangan kiri digunakan untuk menyangga kaki mikroskop.
2. Meja preparat tetap horisontal untuk mencegah agar preparat tidak jatuh
3. Bersihkan lensa dengan kertas lensa/tissue
4. Pengamatan dengan menggunakan dua mata (kalau mikroskop dengan dua lensa okuler)
5. Gunakan perbesaran lemah dulu, kemudian setelah obyek yang akan anda amati ditemukan, gunakan perbesaran yang lebih besar
6. Bersihkan semua kotoran yang ada pada mikroskop dengan menggunakan kertas tissue.

Monday, 14 September 2015

KALIBRASI

Filosofi Kalibrasi
  Setiap instrumen ukur atau sistem analitik harus dianggap tidak cukup baik pengukurannya sampai terbukti melalui kalibrasi dan atau pengujian bahwa instrumen ukur tersebut memang baik.
    
¨  Untuk menjamin pengukuran atau sistem analitik menjadi baik dilakukan kalibrasi dan verifikasi kalibrasi.
¨  Kalibrasi
    Usaha untuk mengetahui ketepatan/akurasi suatu alat atau sistem analitik dengan cara pengujian atau penyesuaian alat tersebut, untuk menetapkan korelasi antara hasil pengukuran alat terhadap suatu substansi dengan konsentrasi sebenarnya substansi tersebut.
¨  Kalibrasi dilakukan terhadap instrumen berpengukur bukan analitik,  instrumen pengukur dan sistem analitik.
    
Kalibrasi tidak dilakukan pada :
  1. Alat penunjang laboratorium yang tidak termasuk instrumen berpengukur dan instrumen analitik.
  2. Prosedur analitik manual seperti kultur mikrobiologi, kirby bauer dan hitung sel manual. 
  3. Prosedur pemeriksaan mikroskopis(pemerisaan KOH, manual diff count )
  4. Prosedur menggunakan alat analitik, namun tidak diperlukan kalibrasi seperti pemeriksaan protombin time.
      Peraturan mengenai kalibrasi
¨  Peraturan Menteri Kesehatan republik Indonesia no 411/MENKES/PER/III/2010 tentang laboratorium klinik tidak mencantumkan dengan jelas mengenai keharusan kalibrasi.
   Tetapi pada bab III pasal 6
   mengenai penyelenggaraan, dicantumkan keharusan melakukan pemantapan mutu internal , mengikuti pemantapan mutu eksternal dan setiap 5 tahun mengikuti akreditasi laboratorium (KALK).
¨  Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 298/Menkes/SK/II/2008 tentang Pedoman akreditasi laboratorium Kesehatan pada standar 5 parameter 6
   Menyatakan bahwa setiap laboratorium harus mempunyai prosedur baku tentang prosedur pemeliharan, kalibrasi dan perbaikan peralatan yang digunakan untuk pemeriksaan laboratorium.
¨  Undang-undang No 44 tahun 2009 tentang rumah sakit pada pasal 16 ayat 1,2 dan 7
   Menyatakan bahwa peralatan kesehatan yang digunakan untuk pemeriksaan harus teruji mutu, keamanan dan kelaikan pakai, harus diuji dan dikalibrasi secara berkala oleh badan yang berwewenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
¨  Pada pasal 17 dinyatakan bahwa bila rumah sakit tidak memenuhi persyaratan tersebut bisa dicabut atau tidak diperpanjang izin operasional rumah sakit.
¨  Peraturan mengenai pengujian dan kalibrasi alat kesehatan adalah Permenkes 363 tahun 1998
Peraturan mengenai lembaga yang berwewenang melakukan kalibrasi atau institusi penguji diatur dalam Kepmenkes 394 tahun 2001.
¨  Meninjau peraturan internasional mengenai kalibrasi khususnya kalibrasi sistem analitik di Amerika Serikat, tercantum pada CLIA (Clinical Laboratory Improvement Amandement)  tahun 1988.
¨  Menyatakan bahwa laboratorium bertanggung jawab melaksananan kalibrasi sesuai dengan petunjuk instruksi yang tercantum dalam instrumen atau reagensia, dan kalibrasi ulang harus dilakukan bila hasil verifikasi kalibrasi tidak mendapatkan hasil yang dapat diterima.
¨  Kalibrasi merupakan persyaratan yang dinilai pada ISO : 15189 dan  Joint Commission Accreditation
Apa tujuan kalibrasi ?
¨  Mencapai ketelusuran pengukuran (traceability), ditelusuri sampai ke standar yang lebih tinggi, melalui rangkaian perbandingan yang tidak terputus.
¨  Menentukan bias atau penyimpangan kebenaran nilai konvensional yang ditunjukkan suatu instrumen ukur atau sistem analitik.
¨  Menjamin hasil-hasil pengukuran dan analitik sesuai dengan standar nasional dan internasional.
Bagaimana prinsip dasar dan persyaratan kalibrasi instrumen ?
¨  Ada obyek ukur (unit under test)
¨  Standar ukur (Alat standar kalibrasi)
¨  Yang melakukan kalibrasi (operator bersertifikat atau badan kalibrasi resmi terdaftar )
¨  Lingkungan yang terkondisi, seperti suhu yang sesuai, kelembabab, tekanan udara, aliran udara, getaran dll.
¨  Alat yang dikalibrasi harus berfungsi baik.
Bagaimana prinsip 
kalibrasi sistem analitik?
  1. Mengikuti petunjuk dari pabrikan bahan ukur (reagensia)
  2. Jumlah level kalibrasi.
  3. Jenis bahan kalibrasi yang dipakai (bila memungkinkan NIST traceability)
  4. Konsentrasi dari bahan kalibrator (untuk menetapkan rentang pelaporan hasil)
  5. Frekwensi kalibrasi.
  6. Batas ukur kalibrator untuk menetapkan linearitas.
  7. Hasil prosedur kalibrasi tersebut harus terdokumentasi, juga faktor koreksi yang dihasilkan dari kalibrasi tersebut.
  8. Pada lembar instruksi kalibrasi, perlu diperhatikan metode pemeriksaan dan Nilai kalibrator yang sesuai dengan metode pemeriksaan tersebut.
  9. Dibuat kurva kalibrasi dan ditetapkan rentang pelaporan hasil (reportable range).
  10.  Perlakuan terhadap kalibrator, harus menjamin konsentrasi pasca rekonstitusi harus tetap tepat.
Kurva kalibrasi
¨  Metode umum untuk menentukan ketepatan konsentrasi dengan membandingkan terhadap grafik atau kurva satu seri sampel standar (kalibrator) yang diketahui dengan tepat kadarnya.
¨  Kurva kalibrasi adalah suatu plot respon instrumen yng disebut sinyal ukur (analytical signal/response) yang dikonversi menjadi konsentrasi analit dari serial konsentrasi kalibrator yang rentang kadarnya mendekati rentang kadar yang diharapkan.
Mengapa kalibrasi penting ?
¨  Tanpa kalibrasi, hasil pemeriksaan bisa berbeda dari kadar sebenarnya substansi yang diukur, hal ini disebut bias atau error. Pergeseran ketepatan tersebut disebut “drift”
¨  Dengan melakukan kalibrasi, sistem analitik diarahkan agar hasil pemeriksaan sesuai dengan kadar sebenarnya, menggunakan kurva kalibrasi berdasarkan nilai kalibrator.
Kapan perlu kalibrasi ulang?
  1. Kalibrasi gagal.
  2. Verifikasi kalibrasi gagal
  3. Terindikasi dari hasil pemantapan mutu internal (QC) (shift, trends)
  4. Terindikasi pada waktu pemeriksaan fungsi alat secara rutin.
Frekwensi kalibrasi
¨  Rutin setiap 6 bulan.
¨  Perubahan no.lot reagensia.
¨  Hasil QC setelah perubahan reagensia memperlihatkan pergeseran dari re-rata.
¨  Perbaikan mayor pemeliharaan alat, seperti ganti lampu, pergantian sel detektor, panel komputer (computer boards).
¨  QC rutin memperlihatkan adanya error.
¨  Alat baru ditempatkan atau baru dipindahkan.
Verifikasi kalibrasi
¨  Verifikasi Kalibrasi
     Memeriksa spesimen/material yang sudah diketahui konsentrasinya dengan perlakuan yang sama sebagaimana spesimen pasien untuk menilai  kalibrasi dari alat atau sistem analitik tersebut melalui rentang pelaporan (reportable range)  hasil pemeriksaan pasien.
¨  Verifikasi kalibrasi dilakukan melalui  external QC menggunakan bahan kontrol yang sudah diketahui nilainya.

Perbedaan bahan kalibrator dan control
¨  Bahan kalibrasi atau kalibrator merupakan bahan standar yang diketahui pasti kadar ukurannya, diperlakukan untuk mencapai hasil pemeriksaan yang akurat.
¨  Bahan kontrol adalah bahan yang independen dari kalibrator yang digunakan untuk memantau akurasi dan presisi pemeriksaan sehari-hari.

Kalibrasi adalah upaya untuk menjamin ketepatan/ memperkecil bias hasil pengukuran alat atau sistem analitik.
¨  Verifikasi kalibrasi adalah pengujian dengan bahan yang sudah diketahui kadarnya untuk menilai kalibrasi.
¨  Kalibrasi dan verifikasi kalibrasi mempunyai dasar peraturan dan termasuk dalam penilaian mutu dalam akreditasi laboratorium.
¨  Kalibrasi adalah upaya untuk menjamin ketepatan/ memperkecil bias hasil pengukuran alat atau sistem analitik.
¨  Verifikasi kalibrasi adalah pengujian dengan bahan yang sudah diketahui kadarnya untuk menilai kalibrasi.
¨  Kalibrasi dan verifikasi kalibrasi mempunyai dasar peraturan dan termasuk dalam penilaian mutu dalam akreditasi laboratorium.

Baik kalibrasi dan verifikasi kalibrasi harus dilaksanakan mengikuti petunjuk yang benar dan terdokumentasi

Tuesday, 25 August 2015

MIKROSKOP DAN PENGGUNAANNYA





Tujuan : - Memperkenalkan komponen-komponen mikroskop dan cara penggunaannya
- Mempelajari cara penyiapan bahan yang akan diamati.
PENDAHULUAN
Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati obyek yang berukuran sangat kecil. Hal ini membantu memecahkan persoalan manusia tentang organisme yang berukuran kecil. Ada dua jenis mikroskop berdasarkan pada kenampakan obyek yang diamati, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo). Sedangkan berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.
A. Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Mikroskop mempunyai kaki yang berat dan kokoh dengan tujuan agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga sistem lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan kondensor. Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop. Lensa okuler pada mikroskop bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah mikroskop terdapat tempat dudukan lensa obyektif yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi obyek dan lensa-lensa mikroskop yang lain.
Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat dibawah kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor. Pada mikroskop modern sudah dilengkapi lampu sebagai pengganti sumber cahaya matahari.
Lensa obyektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir. Ciri penting lensa
obyektif adalah memperbesar bayangan obyek dan mempunyai nilai apertura (NA). Nilai apertura adalah ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.
Lensa okuler, merupakan lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif. Perbesaran bayangan yang terbentuk berkisar antara 4 - 25 kali.
Lensa kondensor, berfungsi untuk mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan difokus, sehingga bila pengaturannya tepat akan diperoleh daya pisah maksimal. Jika daya pisah kurang maksimal, dua benda akan tampak menjadi satu. Perbesaran akan kurang bermanfaat jika daya pisah mikroskop kurang baik.
B. Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang berukuran relatif besar. Mikroskop stereo mempunyai perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat terlihat secara tiga dimensi. Komponen utama mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa obyektif. Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah: (1) ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya sehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati, (2) sumber cahaya berasal dari atas sehingga obyek yang tebal dapat diamati. Perbesaran lensa okuler biasanya 10 kali, sedangkan lensa obyektif menggunakan sistem zoom dengan perbesaran antara 0,7 hingga 3 kali, sehingga perbesaran total obyek maksimal 30 kali. Pada bagian bawah mikroskop terdapat meja preparat. Pada daerah dekat lensa obyektif terdapat lampu yang dihubungkan dengan transformator. Pengatur fokus obyek terletak disamping tangkai mikroskop, sedangkan pengatur perbesaran terletak diatas pengatur fokus.
C. Mikroskop Elektron
Sebagai gambaran mengenai mikroskop elektron kita uraikan sedikit dalam buku ini. Mikroskop elektron mempunyai perbesaran sampai 100 ribu kali, elektron digunakan sebagai pengganti cahaya. Mikroskop elektron mempunyai dua tipe, yaitu mikroskop elektron scanning (SEM) dan mikroskop elektron transmisi (TEM). SEM digunakan untuk studi detil arsitektur permukaan sel (atau struktur renik lainnya), dan obyek diamati secara tiga dimensi. Sedangkan TEM digunakan untuk mengamati struktur detil internal sel.
D. Mengatur Besarnya Obyek
Perbesaran bayangan dari suatu obyek dapat diketahui dari angka perbesaran lensa obyektif dan lensa okuler. Ukuran suatu benda dapat diketahui dengan membandingkan terhadap ukuran bidang pandang. Hal ini dapat dikerjakan dengan beberapa langkah berikut: letakkan penggaris plastik berskala mm diatas meja obyek dan perkirakan diameter bidang pandang tersebut, dan catat perbesaran lensa obyektifnya. Ubahlah lensa obyektif dengan lensa obyektif perbesaran kuat dan tentukan diameter bidang pandangnya dengan rumus berikut:
Ǿ ok = Ǿ ol x pl/pk dimana :
Ǿok = diameter bidang pandang dengan obyektif perbesaran kuat.
Ǿol = diameter bidangpandang dengan obyektif perbesaran lemah
pk = perbesaran lensa obyektif kuat, pl = perbesaran lensa obyektif lemah
D. Mempersiapkan Preparat
Untuk membuat preparat non-permanen dilakukan sebagai berikut. Letakkan medium (berupa setetes air) diatas gelas obyek, dan letakkan bahan yang akan diamati didalam medium. Selanjutnya tutuplah dengan kaca penutup. Usahakan agar tidak terdapat gelembung udara pada medium. Hal ini dapat diusahakan dengan beberapa langkah berikut: pegang kaca penutup dengan posisi 45o terhadap gelas obyek, sentuhkan tepi bawah kaca penutup pada permukaan medium dan perlahan-lahan rebahkan sehingga kaca penutup terletak di atas kaca obyek. Jika masih ada gelembung udara ulangi pekerjaan tersebut sampai tidak ada gelembung udara. Amati preparat yang anda buat dibawah mikroskop dengan terlebih dahulu menggunakan perbesaran lemah (10x10), kalau sudah diketahui obyek yang akan diamati kemudian memakai perbesaran kuat (10x20 atau 10x40).
ALAT DAN BAHAN
Alat :
1. Mikroskop cahaya dan mikroskop stereo
2. Pipet dan silet*
3. Pinset
4. Gelas obyek dan kaca penutup*
5. Cawan petri
Bahan :
1. Potongan kertas berhuruf "A", "d",
2. Organisme berukuran kecil (semut, bunga rumput, dan lainnya)
3. Butir-butir pati kentang
4. Air dan larutan iodine
CARA KERJA
A Penggunaan Mikroskop Cahaya
1. Letakkan potongan kertas berhuruf "A" pada kaca obyek dan tutup dengan kaca penutup.
2. Amati dengan perbesaran lemah (10x10)
3. Amati apakah bayangan benda sama atau terbalik, dan gambarkan !
4. Sambil memandang ke dalam lensa okuler, geser preparat dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah. Amati kemana bayangan bergerak?
5. Ubahlah lensa obyektif ke perbesaran yang lebih besar. Amati apakah ada perubahan luas bidang pandang?
6. Berapa diameter bidang pandang mikroskop pada obyektif lemah (mm) dan berapa pada obyektif kuat?
7. Kerjakan seperti langkah nomor 1-3 namun menggunakan potongan kertas huruf "d"
B. Mengamati Butir Pati
1. Keriklah sekerat umbi kentang dengan jarum atau ujung silet sehingga cairannya keluar.
2. Teteskan cairan tersebut pada kaca obyek, dan tutup dengan kaca penutup.
3. Amati dibawah mikroskop struktur butir-butir pati tersebut.
4. Teteskan larutan Iodine pada tepi kanan kaca penutup dan pada tepi kiri kaca penutup tempelkan kertas hisap, dengan demikian larutan iodine tersebut akan masuk kedalam preparat dan menyebar ke seluruh bagian.
5. Amati dibawah mikroskop dan gambarkan butir-butir pati tersebut.
C. Penggunaan Mikroskop Stereo
1. Tempatkan mikroskop stereo beserta transformatornya, hubungkan dengan sumber listrik.
2. Tekan tombol "on" pada transformator, pergunakan voltase yang ada pada transformator sesuai keperluan. Ingat. lampu mempunyai umur tertentu, oleh karena itu nyalakan lampu sesuai keperluan saja.
3. Letakkan spesimen pada cawan petri.
4. Amati dengan mikroskop dengan perbesaran lemah kemudian perbesaran kuat.
5. Amati dan catat pada laporan anda (jika semut: hitung jumlah kaki atau antenanya, dan jika bunga: hitung jumlah stamen).
D. Untuk Diperhatikan !
1. Peganglah erat-erat lengan mikroskop dengan tangan kanan, sedang tangan kiri digunakan untuk menyangga kaki mikroskop.
2. Meja preparat tetap horisontal untuk mencegah agar preparat tidak jatuh
3. Bersihkan lensa dengan kertas lensa/tissue
4. Pengamatan dengan menggunakan dua mata (kalau mikroskop dengan dua lensa okuler)
5. Gunakan perbesaran lemah dulu, kemudian setelah obyek yang akan anda amati ditemukan, gunakan perbesaran yang lebih besar
6. Bersihkan semua kotoran yang ada pada mikroskop dengan menggunakan kertas tissue.