Showing posts with label transfusi. Show all posts
Showing posts with label transfusi. Show all posts

Monday, 11 November 2019

Format Uraian Tugas Pranata Laboratorium

KOP INSTANSI



URAIAN TUGAS

NAMA                                 : 
NIP                                     : 
PANGKAT/GOL RUANG    :  / 
JABATAN                           : PRANATA LABKES PELAKSANA

1.    Mempersiapkan pasien secara sederhana
2.    Menerima spesimen/sampel
3.    Mengambil spesimen/sampel dengan tindakan sederhana
4.    Mengambil spesimen/sampel dilapangan secara sederhana
5.    Mempersiapkan peralatan untuk pemeriksaan spesimen/sampel secara sederhana
6.    Mempersiapkan spesimen/sampel secara sederhana
7.    Melakukan pemeriksaan dengan metode cepat
8.    Melakukan pemeriksaan dengan fotometri/setara secara manual
9.    Melakukan pencatatan hasil pemeriksaan umum
10.  Memusnahkan sisa spesimen/sampel dan bahan penunjang



KASI




-
NIP.


KEPALA





-
NIP. -

Kumpulan Loker CPNS Pranata Laboratorium 2019

1. Dari Kementerian Kesehatan sebanyak 56 Formasi klik disini
2. Pemprov Jateng 11 formasi klik disini
3. Kabupaten Blora 5 formasi klik disini
4. Kabupaten Semarang 13 Formasi Klik disini
5. Kota Magelang 2 formasi Klik disini
6. Kabupaten Rembang 7 Formasi Klik disini
7. Kabupaten Wonosobo 14 Formasi Klik disini
8. Kabupaten Tegal 2 formasi Klik disini
9. Kabupaten Pati 10 Formasi Klik disini
10. Kabupaten Grobogan 2 Formasi Klik disini
11. Kabupaten Pati 10 Formasi Klik disini
12. Kabupaten Kendal 1 Formasi Klik  Disini

INFORMASI AKAN DIUPDATE SECARA BERKALA

Thursday, 22 September 2016

Membuat Tes Sel A, B, O Standar

Teknik pembuatan

  • Tes sel A standar
  • Tes sel B standar
  • Tes sel O standar
Bahan
  1. Tiga jenis darah lengkap golongan A
  2. Darah lengkap golongan B
  3. tiga jenis darahb lengkap golongan O
Langkah Kerja
  1. siapkan 3 tabung , beri label : tabung I (A), tabung II (B), Tabung III (C)
  2. isi tabung I dengan pool 3 jenis darah lengkap golongan A( jumlah sesuai dengan kebutuhan)
  3. isi tabung II dengan darah lengkap golongan B
  4. isi tabung III dengan pool 3 jenis darah lengkap golongan O
  5. cuci sel sebanyak 3 kali dengan saline
  6. buang supernatan terakhir sebanyak-banyaknya (PRC 100%)
  7. buat suspensi sel darah merah sesuai kebutuhan (5% atau 10%)
  8. masukan dalam wadah , beri label dan tanggal pembuatan sesuai isi tes sel
  9. validasi ketiga sel tes dengan reagensia anti-A, anti-B
  10. simpan pada suhu 4 -8 derajat C
  11. tes sel standar hanya dapat digunakan pada hari dibuat ( 1Hari)

Cara kerja
A. Pembuatan suspensi sel darah merah 5%
  • siapkan tabung reaksi ukurab 12 x 75 mm
  • teteskan salin 0,9% sebanyak 95 tetes
  • teteskan sel darah merah pekat yang sudah dicuci (100%) sebanyak 5 tetes
  • kocok dengan pipet pasteur
B. Pembuatan suspensi sel darah merah 10%

  • siapkan tabung reaksi ukurab 12 x 75 mm
  • teteskan salin 0,9% sebanyak 90 tetes
  • teteskan sel darah merah pekat yang sudah dicuci (100%) sebanyak 10 tetes
  • kocok dengan pipet pasteur

VALIDASI

1. Tes sel A standar
  1. Siapkan tabung sebanyak 2 buah pada rak. beri label tabung I dan tabung II
  2. Isi masing-masing tabung dengan :
  3. Teteskan masing-masing 1 tetes 
               - Tabung I   : 2 tetes Anti-A
               - Tabung II  : 2 tetes Anti-B

Friday, 25 September 2015

Penelusuran Reaksi Transfusi



Penelusuran lab dari reaksi
transfusi
  1. Penelusuran Administrasi à komponen darah, sampel darah pasien, catatan administratif
                ● Cek kembali dokumen
                                 -Identitas
                                 -Formulir permintaan darah
                                 -Banyaknya unit yang ditransfusikan
                                 -Riwayat transfusi sebelumnya
                                 -Form golongan darah dan kompatibilitas
                                 -Label golda dan kompatibilitas dari unit darah
                                 -Lembar kerja pemeriksaan
                    Ã  Untuk meyakinkan tidak ada kesalahan klerikal
  1. Penelusuran visual
                ● pada selang dan kantong darah, sampel pasien pre
          dan post transfusi à normal / hemolisis  / bekuan
                ● bila ada hemolisis
                                - bandingkan dengan sampel pre-transfusi
                                   Warna merah muda à free Hb à destruksi SDM
                 kuning à peningkatan bilirubin
                                - cek kemungkinan adanya kesulitan saat
             pengambilan sampel
                                - cek pada selang dan kantong darah
                                     Ungu / bekuan pada kantong à kontaminasi
                                                                      bakteri
                                      Perubahan warna à  hemolisis
                                                 
  1. Pemeriksaan ulang  à sampel pre dan post-transfusi
                - Golda ABO dan Rhesus à Sel dan serum grouping
                - Crossmatching
  1. Pemeriksaan Direct Coombs Test (DCT)
                à untuk mengetahui adanya antibodi atau komplemen
          yang terikat pada sel darah merah
     à pada sampel pre dan post-transfusi
  1. Skrining dan identifikasi  antibodi
                à pada hasil DCT (+) à terdapat antibodi
  1. Pengecatan Gram dan kultur
                à untuk menyingkirkan kemungkinan adanya
          kontaminasi bakteri
     à sampel donor/ kantong darah
  1. Pemeriksaan laboratorium tambahan  à sesuai dengan permintaan dokter
 
                - untuk mengetahui hemolisis in-vivo
                  a. Hemolisis intravascular dan /  extravascular
                                 • penurunan hemoglobin / hematokrit
                                 • penurunan serum haptoglobin
                                 • peningkatan serum bilirubin
                  b. Hemolisis intravascular (IVH):
                                 • Terdapatnya hemoglobin plasma
                                 • Terdapatnya hemoglobin urine
                                 • Terdapatnya hemosiderin urine
                                 • peningkatan LDH
                - ureum dan kreatinin
                - anti Ig A
                - antibodi leukosit dan trombosit
                               
                 
PEMERIKSAAN CATATAN REAKSI TRANSFUSI
•       Keterangan pasien
•       Rincian kantong darah
•       hasil regrouping
•       hasil pencocokan silang  ulang
•       Hasil skrining antibodi sel darah merah
•       Hasil pemeriksaan urine
•       hasil pemeriksaan mikrobiologik
•       tanda tangan teknisi
Short message  
•       informed consent harus ada.
•       Golda dan kecocokan tertulis dengan baik
•       Catatan asal darah dengan golda dan kecocokan
•       Semua persyaratan test telah dilakukan pada darah yang akan dan sedang di transfusikan
•       Periksan catatan pada label sesuai utk golda dan cek bahwa ini memang khusus untuk pasien tersebut
•       Bila terjadi reaksi transfusi lakukan penanganan segera dan dokumentasikan seluruhnya dengan baik termasuk tanda dan gejala
•       Selalu informasikan hal tersebut pada bank darah setiap reaksi yang tidak diinginkan

Monday, 29 September 2014

Syarat Menjadi Pendonor Darah



·         Keadaan Umum : bukan pecandu alkohol atau narkoba, tidak menderita penyakit jantung, paru-paru, hati, ginjal, kencing manis, penyakit darah, gangguan pembekuan darah, epilepsi, kanker, penyakit kulit kronis, kecuali diperbolehkan oleh dokter yang merawat.
·         Umur : 17 - 60 tahun dapat menyumbangkan darah sampai umur 65 tahun.
·         BB minimal 45 kg
·         Nadi 60 - 100 /menit
·         Tekanan darah : 100 - 180 mmHg ( sistolik ) 60 - 100 mmHg ( diastolik )
·         Hb : lebih dari 12,5 /dl
·         Selama haid, hamil, menyusui, tidak diperkenankan donor darah, boleh donor setelah 6 bulan melahirkan, 3 bulan setelah berhenti menyusui.
·         Jarak penyumbangan darah : 2 1/2 - 3 bulan ( maksimal 5 kali /tahun )
·         Kulit lengan donor didaerah tempat penyadapan harus sehat tanpa kelainan.
·         Tidak diperkenankan dalam waktu 12 bulan setelah mendapat transfusi darah.
·         Bila dengan pemeriksaan laboratorium terhadap VDRL. HbsAg, anti Hcv, anti HIV hasilnya positif maka tidak diperkenankan donor darah.
·         Dapat donor setelah 3 tahun setelah bebas dari gejala malaria yang terakhir.
·         Dapat donor setelah 6 bulan sembuh dari penyakit typhus.
·         Dapat donor : 12 bulan setelah mendapat vaksinasi Rabies dan Hepatitis B, 4 minggu setelah imunisasi Rubella, 2 minggu setelah Immmunisasi polio, Varisella, MUMPS, Yellow fever.
·         Dapat donor : 3 hari setelah minum obat mengandung aspirin, 12 bulan setelah pengobatan siphylis, GO
·         Dapat donor 3 hari setelah pencabutan gigi, 6 bulan setelah operasi kecil, 12 bulan setelah operasi besar.
·         Dapat donor 12 bulan setelah di tatto, ditindik, di tusuk jarum.
·         Tidur malam sebelum donor darah harus cukup minimal 5 jam.
·         Sudah sarapan / makan.

Prosedur Donor darah.
·         Pertama-tama anda diminta untuk emngisi formulir donor darah yang berisi identitas dan riwayat kesehatan anda.
·         Petugas pemeriksaan awal akan memeriksa data riwayat kesehatan anda dan bilamana perlu dikonsultasikan pada dokter PMI. Disamping itu akan memeriksa kadar Hb untuk memastikan bahwa anda tidak menderita anemia.
·         Tekanan darah anda juga diperiksa, apakah memenuhi syarat sebagai donor darah. Bila mana perlu dokter PMI akan mengadakan pemeriksaaan klinis untuk memastikan bahwa tubuh anda cukup sehat untuk menjadi donor darah.
·         Pengambilan darah dilaksanakan oleh asisten transfusi darah yang trampil dan berpengalaman sehingga proses pengambilan darah berlangsung cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit.
·         Setelah beristirahat sejenak anda dipersilahkan menikmati makanan kecil dan minuman untuk menyegarkan tubuh, sebelum anda pergi untuk melanjutkan kegiatan anda. Anda juga akan mendapat kartu tanda anggota donor darah untuk mencatat kegiatan donor darah dan diharapkan setelah 3 bulan anda datang kembali untuk mendonorkan darah.