Showing posts with label INFO LAB. Show all posts
Showing posts with label INFO LAB. Show all posts

Monday, 11 November 2019

Format Uraian Tugas Pranata Laboratorium

KOP INSTANSI



URAIAN TUGAS

NAMA                                 : 
NIP                                     : 
PANGKAT/GOL RUANG    :  / 
JABATAN                           : PRANATA LABKES PELAKSANA

1.    Mempersiapkan pasien secara sederhana
2.    Menerima spesimen/sampel
3.    Mengambil spesimen/sampel dengan tindakan sederhana
4.    Mengambil spesimen/sampel dilapangan secara sederhana
5.    Mempersiapkan peralatan untuk pemeriksaan spesimen/sampel secara sederhana
6.    Mempersiapkan spesimen/sampel secara sederhana
7.    Melakukan pemeriksaan dengan metode cepat
8.    Melakukan pemeriksaan dengan fotometri/setara secara manual
9.    Melakukan pencatatan hasil pemeriksaan umum
10.  Memusnahkan sisa spesimen/sampel dan bahan penunjang



KASI




-
NIP.


KEPALA





-
NIP. -

Kumpulan Loker CPNS Pranata Laboratorium 2019

1. Dari Kementerian Kesehatan sebanyak 56 Formasi klik disini
2. Pemprov Jateng 11 formasi klik disini
3. Kabupaten Blora 5 formasi klik disini
4. Kabupaten Semarang 13 Formasi Klik disini
5. Kota Magelang 2 formasi Klik disini
6. Kabupaten Rembang 7 Formasi Klik disini
7. Kabupaten Wonosobo 14 Formasi Klik disini
8. Kabupaten Tegal 2 formasi Klik disini
9. Kabupaten Pati 10 Formasi Klik disini
10. Kabupaten Grobogan 2 Formasi Klik disini
11. Kabupaten Pati 10 Formasi Klik disini
12. Kabupaten Kendal 1 Formasi Klik  Disini

INFORMASI AKAN DIUPDATE SECARA BERKALA

Friday, 8 November 2019

Persiapan Instalasi Laboratorium dalam Rangka Akeditasi Rumah Sakit

Semangat pagi kawan, disini saya akan membagikan pengalaman saya dalam memeprsiapkan laboratorium menghadapi akreditasi KARS.

KARS, organisasi non profit yang mengusung visi untuk menjadi badan akreditasi tingkat nasional dan internasional. Juga, punya misi untuk membimbing dan membantu rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien melalui akreditasi, telah mendapatkan pengakuan internasional dari The International Society for Quality in Health Care (ISQua).

Dalam akreditasi Rumah Sakit salah Satu penilaianya adalah di laboratorium, dimana masuk dalam Asesmen pasien poin 5. Apa sih yang harus di persiapkan sebelum kreditasi? sebenarnya ada banyak, tapi akan untuk lebih mudah akan di bedakan menjadi 2 yaitu dokumen dan non dokumen.

untuk dokumen bisa berupa pedoman-pedoman, SPO (Standar Prosedur Operasional), Dokumen kalibrasi,MSDS,monitoring suhu,monitoring maintenance, PMI,PME, laporan2, dll

Non dokumen meliputi sarana prasarana, petunjuk, Kelengkapan alat, dan yang paling penting fisik dan mental karyawan.

mungkin dari sini ada masukan dari teman-teman, untuk elemen penilaian akan saya bahas tersendiri di postingan selanjutnya...silahkan share postingan saya apabila bermanfaat

Tuesday, 16 August 2016

Dirgahayu Indonesia Ke-71

Dirgahayu Indonesia Ke-71 Jaya terus, terus maju INDONESIA MERDEKA!!!

Saturday, 5 December 2015

LOKER TENAGA BLUD RSUD KUDUS

PENGUMUMAN
Nomor : 800/3449/23.01.01/2015
Tentang
Rekrutmen Calon Pegawai Tetap BLUD RSUD dr. Loekmono Hadi Kabupaten Kudus Non PNS Tahun 2015
DASAR :
  1. Peraturan Bupati Kudus Nomor 35 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pegawai Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kudus yang Berasal dari Non Pegawai Negeri Sipil.
  2. Keputusan Bupati Kudus Nomor 810/237/2015 tanggal 2 Desember Tahun 2015 tentang Formasi Pegawai Tetap Badan Layanan umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah dr. Loekmono Hadi Kabupaten Kudus Non Pegawai Negeri Sipil tahun 2015.
Bersama ini diberitahukan bahwa Pemerintah Kabupaten Kudus / BLUD RSUD dr. Loekmono Hadi Kabupaten Kudus akan menyelenggarakan seleksi Rekrutmen Calon Pegawai Tetap BLUD RSUD dr. Loekmono Hadi Kabupaten Kudus Non PNS Tahun 2015 dengan ketentuan sebagai berikut :
I. PERSYARATAN UMUM
  1. Warga Negara Republik Indonesia ;
  2. Berusia serendah-rendahnya 18 (delapan belas) tahun dan setinggi-tingginya 35 (tiga puluh lima) tahun pada tanggal 1 Januari 2016 yang dibuktikan dengan KTP yang diligalisir serendah-rendahnya Kepala Desa/Kepala Kelurahan;
  3. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan keputusan Pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena suatu tindakan pidana dibuktikan dengan surat pernyataan pelamar bermaterai cukup;
  4. Tidak pernah terlibat dalam suatu kegiatan/gerakan yang menentang Pancasila, UUD 1945, Negara dan Pemerintah Republik Indonesia yang dibuktikan dengan surat pernyataan pelamar bermateri cukup dan diketahui oleh kepala desa/kepala kelurahan;
  5. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Kepolisian Resort (Polres) setempat;
  6. Tidak pernah mengkonsumsi/menggunakan narkotika, psikotropika, prekursor dan zat adiktif lainnya dibuktikan dengan Surat Keterangan dari unit pelayanan kesehatan pemerintah;
Untuk persyaratan umum pada huruf (3) dan huruf (6) dilampirkan setelah lulus seleksi Calon Pegawai Tetap BLUD RSUD dr. Loekmono Hadi Kabupaten Kudus Non Pegawai Negeri sipil, dalam pemberkasan/daftar ulang.
II. JENIS, JUMLAH FORMASI YANG DIBUTUHKAN DAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN YANG DISYARATKAN
a. Tenaga Medis : 13 formasi
b. Tenaga Kefarmasian : 14 formasi
c. Tenaga Keperawatan : 63 formasi
d. Tenaga Kesehatan Lain : 22 formasi
e. Tenaga Non Kesehatan : 26 formasi
Secara terperinci sebagaimana lampiran I pengumuman ini




Sunday, 16 October 2011

PERENCANAAN SDM LABORATORIUM KESEHATAN

Sumber daya laboratorium kesehatan secara garis besar dibedakan menjadi dua macam, yaitu: sumber daya manusia (human resources) dan sumber daya non-manusia (non-human resources). Sumber daya manusia (SDM) merupakan potensi manusiawi yang melekat keberadaannya pada seorang pegawai yang terdiri atas potensi fisik dan potensi non-fisik. Potensi fisik adalah kemampuan fisik yang terakumulasi pada seorang pegawai, sedangkan potensi non-fisik adalah kemampuan seorang pegawai yang terakumulasi baik dari latar belakang pengetahuan, inteligensia, keterampilan, human relations.[1] Sedangkan sumber daya non-manusia merupakan sarana atau perlatan berupa mesin-mesin atau alat-alat non mesin dan bahan-bahan yang digunakan dalam proses pelayanan laboratorium klinik.

SDM yang bekerja di dalam pelayanan laboratorium kesehatan cukup beragam, baik profesi maupun tingkat pendidikannya. Kebutuhan jumlah pegawai antara laboratorium kesehatan di Rumah Sakit dengan laboratorium kesehatan swasta, atau Puskesmas tentu tidak sama. Hal ini dikarenakan jenis pelayanan, jumlah pemakai jasa, dan permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing laboratorium tersebut berbeda-beda. Jenis ketenagaan yang diperlukan dalam pelayanan laboratorium kesehatan adalah sebagai berikut [2,3] :
  1. Staf medis
    • Dokter Spesialis Patologi Klinik,
    • Dokter Spesialis Patologi Anatomik,
    • Dokter Spesialis Forensik,
    • Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik,
    • Dokter umum yang telah memiliki pengalaman teknis laboratorium
  2. Tenaga teknis laboratorium
    • Analis Kesehatan atau Analis Medis,
    • Perawat Kesehatan,
    • Dokter umum,
    • Sarjana kedokteran,
    • Sarjana farmasi,
    • Sarjana biologi,
    • Sarjana teknik elektromedik,
    • Sarjana teknik kesehatan lingkungan
  3. Tenaga administrasi
  4. Pekarya

Kalau dilihat dari fungsi laboratorium kesehatan, yakni melakukan pemeriksaan bahan yang berasal dari manusia atau bahan bukan dari manusia yang tujuannya adalah menentukan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan dan faktor yang berpengaruh pada kesehatan perorangan atau masyarakat [3], maka kebutuhan SDM yang terbesar adalah Analis Kesehatan sebagai tenaga teknis laboratorium.

Analis Kesehatan memiliki tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh dalam melaksanakan pelayanan laboratorium. Pelayanan laboratorium yang dimaksud adalah pelayanan laboratorium secara menyeluruh meliputi salah satu atau lebih bidang pelayanan, meliputi bidang hematologi, kimia klinik, imunoserologi, mikrobiologi, toksikologi, kimia lingkungan, patologi anatomi (histopatologi, sitopatologi, histokimia, imuno patologi, patologi molekuler), biologi dan fisika.[4]


Aspek Mutu Dalam Perencanaan SDM Laboratorium Kesehatan

Perlu disadari bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, tuntutan akan pelayanan kesehatan yang bermutu pun semakin meningkat. Sejalan dengan itu maka pelayanan diagnostik yang diselenggarakan oleh laboratorium kesehatan sangat perlu untuk menerapkan sebuah standar mutu untuk menjamin kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Salah satu standar mutu pelayanan laboratorium klinik Rumah Sakit adalah tersedianya SDM dengan jumlah yang cukup dan memenuhi kualifikasi tenaga sesuai dengan jenis pelayanan laboratorium klinik yang ada.

Berkaitan dengan mutu pelayanan laboratorium kesehatan, ada 3 variabel yang dapat digunakan untuk mengukur mutu [5], yaitu :
  1. Input (struktur), ialah segala sumber daya yang diperlukan untuk melakukan pelayanan laboratorium kesehatan, seperti SDM, dana, fasilitas, peralatan, bahan, teknologi, organisasi, informasi dan lain-lain. Pelayanan laboratorium kesehatan yang bermutu memerlukan dukungan input yang bermutu pula. Hubungan input dengan mutu adalah dalam perencanaan dan penggerakan pelaksanaan pelayanan kesehatan.
  2. Proses, ialah interaksi professional antara pemberi layanan dengan konsumen (pasien/ masyarakat). Proses ini merupakan variable penilaian mutu yang penting.
  3. Output/outcome, ialah hasil pelayanan kesehatan, merupakan perubahan yang terjadi pada konsumen (pasien/masyarakat), termasuk kepuasan dari konsumen tersebut.
Untuk meningkatkan mutu pelayanan, laboratorium klinik yang terdapat dalam seluruh Rumah Sakit perlu dikelola dengan menggunakan prinsip-prinsip manajemen yang tepat. Salah satu pendekatan mutu yang digunakan adalah Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Magement, TQM).

Konsep TQM pada mulanya dipelopori oleh W. Edward Deming, seorang doktor di bidang statistik yang diilhami oleh manajemen Jepang yang selalu konsisten terhadap kualitas terhadap produk-produk dan layananannya. TQM adalah suatu pendekatan yang seharusnya dilakukan oleh organisasi masa kini untuk memperbaiki otputnya, menekan biaya produksi serta meningkatkan produksi. Total mempunyai konotasi seluruh sistem, yaitu seluruh proses, seluruh pegawai, termasuk pemakai produk dan jasa juga supplier. Quality berarti karakteristik yang memenuhi kebutuhan pemakai, sedangkan management berarti proses komunikasi vertikal dan horizontal, top-down dan bottom-up, guna mencapai mutu dan produktivitas [1].

Pendekatan Manajemen Mutu Terpadu dalam pelayanan laboratorium adalah menggunakan konsep dari Creech, yaitu suatu pendekatan manajemen yang merupakan suatu sistem yang mempunyai struktur yang mampu menciptakan partisipasi menyeluruh dari seluruh jajaran organisasi dalam merencanakan dan menerapkan proses peningkatan yang berkesinambungan untuk memenuhi bahkan melebihi harapan pelanggan. Terdapat lima pilar Manajemen Mutu Terpadu, yaitu kepemimpinan, proses, organisasi, komitmen, produk dan layanan (service). Manajemen mutu terpadu berfokus pada peningkatan proses. Proses adalah transformasi dari input, dengan menggunakan mesin peralatan, perlengkapan metoda dan SDM untuk menghasilkan produk atau jasa bagi pelanggan [5].

Peningkatan proses yang selanjutnya akan meningkatkan mutu antara lain memerlukan perencanaan kebutuhan SDM yang matang. Perencanaan SDM dapat digunakan sebagai indikator kesesuaian antara supply dan demand bagi sejumlah orang dalam organisasi dengan keterampilan yang sesuai, membantu menilai dan melengkapi rencana-rencana dan keputusan-keputusan manajemen dengan menilai pengaruh-pengaruh daripada tenaga kerja, dan membantu organisasi agar terhindar dari kelangkaan SDM pada saat dibutuhkan maupun kelebihan SDM saat tidak dibutuhkan. [6,7,8]

Komponen kunci dari perencanaan SDM adalah penentuan tipe SDM yang diperlukan. Untuk perencanaan kepegawaian dengan memperkirakan suplai dan permintaan terhadap SDM, selanjutnya menentukan perbedaan atas suplai dan permintaan, apa ada kekurangan atau kelebihan. Selanjutnya dapat ditentukan langkah strategik apa yang akan diambil dalam menghadapi kekurangan atau kelebihan SDM. [9]

Perencanaan SDM bertujuan untuk mencocokkan SDM dengan kebutuhan organisasi yang dinyatakan dalam bentuk aktifitas. Merencanakan kebutuhan SDM berhubungan dengan hal-hal sebagai berikut [10] :
a. mendapatkan dan mempertahankan jumlah dan mutu karyawan
b. mengidentifikasi tuntutan keterampilan dan cara memenuhinya
c. menghadapi kelebihan atau kekurangan karyawan
d. mengembangkan tatanan kerja yang fleksibel
e. meningkatkan pemanfaatan karyawan


Analisis dan Klasifikasi Tenaga Laboratorium

Analisis dan klasifikasi pegawai perlu dilakukan dalam merencanakan kebutuhan tenaga laboratorium kesehatan. Analisis pegawai adalah usaha-usaha mempelajari, mengumpulkan informasi serta merumuskan secara jelas mengenai kepegawaian dan batasan kualifikasi minimal pegawai yang dikehendaki untuk melakukan pekerjaan secara tepat guna dan berhasil guna. Sedangkan klasifikasi pegawai adalah tindakan pengelompokan pegawai berdasarkan kesamaan jenis ke dalam suatu kesatuan pegawai. [1]

Analisis pegawai dapat memfokuskan peramalan (forecasting) dan perencanaan (planning) kepegawaian. Informasi analisis pegawai sangat dibutuhkan baik untuk kepentingan restrukturisasi, program perbaikan kualitas, perencanaan human resources, analisis tugas, penarikan pegawai, rotasi pegawai, program training, pengembangan karier, pengukuran performance maupun kompensasi. 1


Forecasting SDM

Peramalan kebutuhan SDM merupakan unsur penting dalam perencanaan SDM. Peramalan SDM berusaha untuk menetukan karyawan apa yang diperlukan, baik tuntutan keahlian atau keterampilan tertentu dan berapa jumlah pegawai yang diperlukan. Jadi hal yang diperlukan dalam perencanaan tersebut adalah: jumlah, jenis, mutu.[1]

Hampir semua perusahaan harus membuat prediksi atau peramalan kebutuhan karyawan pada masa yang akan datang, meskipun hal ini tidak tepat benar dengan kenyataan yang sebenarnya. Namun demikian melalui peramalan dapat mendekati kebenaran sehingga diperoleh efisiensi dalam penggunaan SDM. [11]

Analisis kebutuhan organisasi akan SDM dinilai sangat penting karena berfungsi sebagai pusat kegiatan perencanaan SDM; mempengaruhi dan mengarahkan kegiatan, perilaku dan dampak tindakan-tindakan operasional; meningkatkan pendayagunaan SDM secara optimal; mengarahkan perencanaan SDM dalam memperoleh jumlah, tipe dan mutu karyawan untuk mengerjakan sesuatu dengan tepat pada waktu yang tepat. [12]

Perencanaan kebutuhan tenaga laboratorium perlu mempertimbangkan beberapa faktor, seperti :
  • Jenis laboratorium. Apakah laboratorium Rumah Sakit, laboratorium swasta, atau laboratorium kesehatan masyarakat.
  • Stratifikasi laboratorium. Apakah laboratorium itu adalah laboratorium di Rumah Sakit tipe A, B atau C. Jika laboratorium swasta, apakah laboratorium yang akan dibangun adalah laboratorium pratama atau utama.
  • Jenis pelayanan. Apakah akan melayani seluruh bidang atau disiplin ilmu, atau hanya beberapa bidang saja yang akan dilayanani.
  • Sasaran pelanggan : siapa yang ingin dilayani? Apakah seluruh lapisan masyarakat, hanya untuk check-up, hanya untuk penelitian, dsb.
  • Target jumlah pemeriksaan dan jumlah peralatan yang digunakan. Jika seluruh bidang pelayanan yang akan dipilih, maka jumlah pemeriksaan yang akan dikerjakan juga banyak, demikian juga dengan jumlah peralatan yang akan digunakan.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut selanjutnya dapat dibuat perencanaan SDM, seperti jenis atau kualifikasi ketenagaan, kompetensi, jumlah yang dibutuhkan, rekruitmen, dsb.

Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam peramalan akan kebutuhan SDM, salah satu di antaranya adalah dengan menggunakan analisis beban kerja. Cara menghitung kebutuhan SDM laboratorium berdasarkan beban kerja akan saya sampaikan pada tulisan berikutnya. (Riswanto kabkes, 2010)

Wednesday, 5 October 2011

TREN PELAYANAN LABORATORIUM KLINIK


Di era globalisasi saat pelayanan kesehatan menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat banyak karena kesehatan merupakan harta yang paling berharga bagi setiap manusia. Dengan tubuh yang sehat dapat seseorang dapat beraktifitas untuk berolah raga, bekerja dan melakukan aktifitas lainnya. Tidak jarang orang rela menghabiskan uangnya demi untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar.
Seiring dengan adanya jendela informasi yang terbuka lebar dengan adanya media cetak dan elektronik yang merupakan informasi tentang kesehatan sehingga mendorong masyarakat lebih masyarakat menjadi masyarakat yang lebih peka dengan untuk yang dahulunya paradigma kuratif menjadi adanya paradigma sehat dari masyarakat yang kian meningkat maka diperlukan peningkatan pelayanan kesehatan yang lebih profesional lagi bagi pemberi jasa pelayanan.
Di era saat ini peranan pelayanan laboratorium klinik mendapat tempat yang lebih baik dimata masyarakat terutama masyarakat kota yang telah berpandangan kesehatan itu harus dilakukan dengan cara “promotif dan preventif” dan tidak lagi kuratif. Menurut Leavell and Clark usaha pencegahan terdiri Primary pevention : health promotion & spesific protection, Secondary prevention : early diagnosis and prompt treatment dan Tertiery pevention : Disability Limitation & Rehabilitation. Untuk itu kesehatan diupayakan dengan cara melakukan usaha promosi berupa pemberian-pencarian informasi bagaimana cara hidup yang sehat dan disamping itu dilakukan usaha berupa pencegahan terjadinya sebelum terjadi penyakit tanpa menunggu sakit terlebih dahulu baru ada usaha untuk melakukan pengobatan. Selain itu penemuan secara dini untuk segera dilakukan pengobatan, mempersempit terjadi kerusakan akibat gangguan kesehatan dan usaha rehabilitasi merupakan tahapan tahapan pencegahan. Salah satu usaha tersebut dengan melakukan medical check up untuk mendeteksi secara dini penyakit.
Tidak merasa sakit belum tentu berarti tubuh anda sehat. Pencegahan dini akan lebih bermanfaat daripada mengobati penyakit. Pada umumnya berbagai penyakit-penyakit Degeneratif kronis dapat dideteksi secara dini. Oleh karena itu kita harus menjaganya sebaik mungkin, penyakit dapat timbul karena pola hidup, faktor makanan, pengaruh dari lingkungan atau karena faktor herediter (keturunan). Mengantisipasi penyakit yang mungkin timbul sangatlah penting karena tidak semua penyakit datang dengan gejala yang jelas. Melalui skirining kesehatan yang teliti serta petunjuk yang tepat, ancaman penyakit dapat dicegah. Sebagai contoh penyakit Diabetes Mellitus merupakan penyakit dengan gangguan kadar gula darah (baca : Kencing Manis) yang disebabkan oleh faktor keturunan, pola makan gula yang berlebihan dan penyabab lainnya seperti infeksi/kerusakan pada kelenjar penghasil insulin. Penyakit ini dapat dideteksi secara dini dengan pemeriksaan laboratorium sehingga dapat dicegah sedini mungkin gangguan yang diakibatkan oleh penyakit ini.
Medical Check up dapat dilakukan dengan cara melakukan penjadwalan yang tepat biasanya dilakukan 6-12 bulan sekali bagi individu yang tanpa indikasi penyakit, tetapi dengan indikasi penyakit degenaratif disesuaikan dengan saran dan request dokter yang melakukan pemeriksaan fisik dan anamnesa penderita. Dengan medical Check up kita dapat Mengetahui Kondisi kesehatan secara berkala. Pemeriksaan laboratorium dapat dilakukan di laboratorium RS pemerintah dan swasta maupun dilakukan di laboratorium Klinik swasta.
Petugas laboratorium yang biasa disebut “Laboran” atau “Analis kesehatan” (Pranata Laboratorium Kesehatan jika PNS) atau Medical Technology Laboratory merupakan tenaga kesehatan dengan kualifikasi ijazah SMAK dan DIII Analis Kesehatan (AAK). Petugas Laboratorium klinik saat ini dituntut agar lebih baik kualitasnya maupun kuantitasnya, terlebih paradigma masyarakat saat ini berpandangan lebih kritis dalam menyingkapi masalah kesehatan dan menerapkan usaha preventif dibandingkan 20 tahun yang lalu, sehingga nantinya disamping memiliki dan kecakapan dalam bekerja juga dapat menjawab dan memberikan penerangan atas pertanyaan dari pasien. Untuk itu telah ditetapkan bahwa nantinya standard ketenagaan mengacu dan ditetapkan berdasarkan pada Kompetensi Tenaga dan Akreditasi Laboratorium. Bagi tenaga Analis Kesehatan yang telah memenuhi standar kompetensi maka akan disertifikasi sebagai analis yang kompeten dan cakap dalam bekerja. Disisi lain oleh karena pengaruh dari arus globalisasi dan pasar bebas sehingga dikhawatirkan analis kesehatan lulusan Indonesia (lulusan lokal) kalah bersaing dengan Analis Kesehatan dari luar negeri atau negara tetangga, oleh sebab itu perlunya pemberdayaan sumber daya manusia yang kompeten dan siap pakai. Untungnya sejak tahun 1994 telah dibentuk wadah organisasi profesi yang bernama PATELKI (Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia) yang eksistensinya dapat diperhitungkan dijenjang Nasional dan Asia tenggara. Kemudian menyusul didirikan juga organisasi IAKI (Ikatan Analis Kesehatan Indonesia), yang mana mempunyai visi dan misi demi kesejahteraan analis kesehatan dan pemurnian anggota. Semoga saja kedua organisasi ini mampu berbicara banyak untuk kemajuan dunia laboratorium kesehatan di Indonesia.
Peran dan tugas seorang Analis Kesehatan dalam menunjang diagnosis dokter, membantu menemukan penyebab penyakit, membantu membedakan penyakit yang diderita dengan penyakit lain (differensial diagnosis) dan juga membantu pasien dalam memfollow up suatu penyakit yang dideritanya, selain itu juga untuk mengetahui perjalanan penyakit (prognosis) tersebut atas hasil pengobatan yang dilakukan.
Semoga dengan eksistensinya pelayanan laboratorium klinik yang diberikan oleh tenaga laboratorium klinik dapat membantu baik tiap individu untuk memperoleh derajat kesehatan yang lebih baik dan membantu pemerintah mewujudkan Indonesia Sehat 2011.
AhmadLabRSAS